Sekarang:

… dan kemarin, dan esok…

Kamu masih bertualang?

Kakak perempuan tertua menatap lekat diriku dengan teduh.

“Itu urusanmu sih. Tapi aku boleh tahu kapan kamu hentikan petualanganmu dari ranjang ke ranjang? Ingatlah umur… Masak sih kamu nggak ada kenyangnya? Nafsu kok diumbar terus. Lagian umur segini libidomu udah nggak seganas dulu kan? Sekarang mumpung masih subur dan gagah… saatnya kamu married, punya keluarga, punya tanggung jawab…”

Aku cuma bilang akan kupikirkan. Kukatakan saat itu pasti akan tiba. Kukecup keningnya.

Dialah kakak yang paling memahamiku dan melindungiku sejak kecil. Anak-anaknya adalah permata tak ternilai bagiku. Suaminya aku hormati dengan sangat.

No comments yet»

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: