Sekarang:

… dan kemarin, dan esok…

Tak tega aku

tak tega juga akhirnya

Lihatlah tatapannya. Tak tega aku meneruskannya padahal letupan tinggal tunggu waktu. Tatapan itu. Oh, melemaskanku.

Terbayang ceritanya tentang ayah yang stroke, adik-adik yang masih harus sekolah, kue dagangan mama yang dari hari ke hari tak laku, hutang keluarga yang terus bertambah.

Malam itu aku tak mengutuk impotensi mendadakku.

1 Komentar»

  munggur wrote @

Tanda bahwa kau masih manusia, meski mengaku bajingan tapi punya hati yang tak banyak dimiliki di jaman sekarang…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: