Sekarang:

… dan kemarin, dan esok…

Kesederhanaan hidup di balik kecantikan

hesti di rumah susun

Sesungguhnya tidak semua wanita bisa gebyar di semua lini. Tampil sehari-hari sangatlah metropolis. Kantornya mentereng. Tapi gajinya kecil. Padahal gaya hidup tuntut biaya tinggi.

Dari daerah ke ibukota mereka menyabung nasib. Jika tidak tahan godaan maka akan tersesat. Apapun dilakukan demi uang dan gemerlap kehidupan. Jakarta tidak peduli. Orang daerah tidak tahu. Lelaki jalang tinggal manfaatkan mereka. Sama-sama untung, sama-sama dapat.

Dapatkah kau bayangkan bahwa di balik kilau baju bahkan sampai ke lingerie yang berselera baik itu adalah kontrakan sempit di gang yang gotnya mampet?

Dapatkah kau bayangkan dalam rumah susun yang sempit berjejal 4 wanita muda, tanpa AC hanya kipas angin, lalu kalau tidak ada rejeki hanya akan makan indomi karena harus bayar kasbon ke kantor dan setiap hari ditelepon debt collector kartu kredit? Padahal masih harus kirim uang untuk sekolah adik-adik di daerah karena pensiun ayah tidak cukup.

Tapi mereka cantik, mereka sexy, mereka menggairahkan, mereka bisa merawat diri di salon yang layak dan beli kosmetik yang benar, dan lebih penting lagi… mereka butuh uang banyak.

Tolong tutup tagihan kartuku akan dibayar dengan penyerahan diri di kamar hotel.

Tolong transfer soalnya adikku mau ujian akan dibayar esok malam dengan menyusul ke hotel.

Lelaki mapan termasuk yang sudah jadi suami orang adalah incaran. Jakarta tak pernah kehabisan stok wanita seperti itu. Orang seperti aku hanya menolong, bagikan sekadar rejeki untuk ringankan beban, lalu mereka ringankan timbunan nafsu bujangan tua tanpa tanggungan.

Tidak ada penindasan. Yang pasti mereka bukan pelacur. Mereka hanya karyawati yang gajinya tidak pernah mencukupi.

1 Komentar»

  melly wrote @

miris. yang pasti mereka bukan pelacur. mereka hanya perempuan yang gajinya menjadi tidak pernah mencukupi karena tidak berhasil keluar dari tuntutan sekitar


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: