Sekarang:

… dan kemarin, dan esok…

Ketika cewe pesanan tiba

ketika cewe pesanan tiba, cash on deliveryAku semakin tua. Tak seperti dulu ketika cewe yang kupesan datang maka acara langsung dapat dimulai kalau aku sudah nafsu sampai ke ubun-ubun. Kini aku lebih butuhkan keintiman.

Mungkin basa-basi. Tapi yeahhh lebih untuk pemanasan juga. Aneh rasanya langsung bersetubuh dengan orang asing padahal aku yang undang, sementara di ruko bordil aku nangkring dulu di bar bawah buat ngobrol lantas setelahnya naik keatas untuk menaiki atau dinaiki di kamar.

Kurang merangsang. Kurang mesra. Di “rumah sendiri” yaitu kamar hotel dia datang langsung ingetin tarif per 2 jam, kemudian buka baju, rok/celana luar, lantas masuk kamar mandi, keluar sudah pakai handuk, lalu mengangkang atau langsung oral.

Aku butuh perkenalan dari anak-anak baru. Butuh keakraban. Butuh cumbuan kecil selayaknya orang pacaran. Butuh striptease kecil amatiran. Untuk itu aku membayar lebih. Keluar duit lebih banyak untuk kamar hotel dlsb.

Bukan yang begitu datang langsung buka tas. Keluarin kondom. Taruh tas. Buka baju. Dan seterusnya.

Mereka yang selalu buru-buru tapi tidak bisa dilatih untuk menghargai client biasanya tidak aku pakai lagi.

1 Komentar»

  wahu theorins wrote @

Apkh sya bsa memsn prempuan..?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: