Sekarang:

… dan kemarin, dan esok…

Edi Tansil, ejakulasi dini tanpa hasil

ejakulasi dini

Pernahkah? Ya. Beberapa kali. Ada saatnya sering. Pertama kali saat jelang keperjakaan terenggut oleh wanita cantik baik hati itu. Baru dielus kecup kulum jilat aku sudah banjir. Bening. Banyak.

Setelahnya ketika pemanasan dengan cara yang sangat disukai wanita yaitu memainkan ujung pensil tumpul ke mulut serutan. Digesek diputar di pintu basah. Aku tak tahan. Muncrat!

Dalam awal muncrat pensil masih tegak. Wanita itu segera memegangnya lalu melesakkanya ke lorong basah kemudian menjepitnya. Dalam segera berganti posisi. Mulanya aku di bawah kemudian diatas. Tubuhku menjadi beban pendorong penetrasi. Di dalam itu aku terus menegang sampai dia meraih klimaksnya. Ketika badai reda punyaku sudah mengecil dan terdorong keluar.

Dalam kencan, dalam jajan. Itu kadang terjadi. Tapi itu bukan kiamat bagiku.

Saat jajan aku merasa menang karena akulah yang bayar. Sebagian pelacur senang jika tamunya cepat keluar soalnya pekerjaan mereka jadi lebih singkat selesainya.

Dalam kencan aku tidak panik. Sexualitas wanita berbeda dari pria. Muncrat di awal baru babak pertama. Cumbuan lalu kemesraan dan kemudian kebersamaan akan membangkitkan nafsu lagi. Penetrasi kedua lebih lama. Tidak jarang wanita-wanitab itu dapatkan multiple orgasm.

Lihatlah DVD (menu the making of…) dan wawancara dengan bintang-bintang film porno. Tidak semua persetubuhan itu sempurna dan fantastis. Tidak jarang aktor muncrat lebih dini makanya harus retake dan ketika berhasil keluarnya cuma beberapa tetes, lalu selebihnya adalah trick dan editing.
Dalam wawancara ada saja aktris porno mengaku terpaksa menunggu penis lawan mainnya ereksi lagi. Pernah ada adegan aktris agak uring-uringan sambil tertawa-tawa memukulkan bantal ke lakinya karena ejakulasi dini. Skenario menuntut facial cumshot dan cum drinking tapi belum-belum sperma sudah muncrat dalam vagina sehingga terpaksalah crew film ambil handuk buat ngelap dan makeup artist bekerja lagi.

Ejakulasi dini bukanlah kiamat karena didalam hidup ini persetubuhan tidak hanya terjadi sekali

No comments yet»

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: