Sekarang:

… dan kemarin, dan esok…

Impotensi

broken pencil

Apakah aku pernah gagal ereksi maka kujawab saja pernah bahkan ada saat ketika selalu gagal. Penisku menolak perintah otak bahwa aku ingin bersenggama.

Impotensi pertama datang sangat dini menjelang keperjakaanku tercabut pada saat remaja. Mulanya aku beberapa kali hanya dielus dan dikocok lembut lalu dijilat dikulum dihisap sampai sesuatu tumpah dari punyaku, basahi wajah dan mulut wanita itu.

Ketika ritus minum jamu dianggap selesai karena beberapa kali hanya dimainkan dan dioral maka tibalah saatnya untuk bersetubuh senyatanya yaitu masukkan burung ke sarangnya.

Yang terjadi adalah punyaku layu tidak tegak. Aku bingung. Malu. Salah tingkah. Gemetar.

Ketika dielus kemudian bolaku dicium lembut kemudian aku dikulum pelan maka alatku kembali siap. Tapi manakala diajak menembus lorong pendewasaan maka baru masuk separuh sudah mengecil.

Wanita penyabar dan baik hati itu terus membimbingku. Penetrasi pertama dibatalkan. Lalu bercumbu ringan diselingi 69.

Baru dua hari kemudian aku gagah. Wanita itu memujiku. Katakan aku gagah tampan punya barang bagus idaman wanita. Dia yang diatas. Setengah menduduki tubuhku dia mainkan punyaku di permukaan pusat kewanitaannya, katanya sebagai onani bersama.

Lembab basah licin dan gravitasi. Tak perlu lama-lama akhirnya milikku sudah menancap di liangnya.

Kemudian hari ketika aku suka jajan… gagal ereksi itu kadang terjadi. Ada kalanya belum masuk sudah kendor dan mengkerut dalam balutan kondom. Ada pula saat baru masuk sudah langsung mengecil hingga liang itu seperti mendorong keluar. Batang terlalu lemas dan terlalu lunak untuk diam di dalam.

Salah satu sebab adalah hilang selera atau mood tiba-tiba jadi mendung. Namun aku anggap itu bukan malapetaka karena aku yakin kalau saatnya tepat aku bisa ngaceng keras dan lama.

Kini bertambah usiaku. Frekuensi jajan dan bersetubuh mulai kurang. Impotensi dadakan masih terjadi bila aku buru-buru tanpa pemanasan. Kubiarkan saja alami, relax sesaat. Ngobro, sambil bercumbu kecil. Sampai akhirnya si otong sudah mengeram dalam liang hangat lembab.

Tidak ada lelaki yang sepenuh hidupnya selalu bisa ngaceng dengan setiap wanita. Hanya dengan kejujuran terhadap diri sendiri maka kita dapat menikmati petualangan birahi kita.

Kalau tidak percaya lihatlah extra menu pada DVD yang tampilkan tha making of the movie. Kadang tampak ditunjukkan aktris harus menunggu aktor ereksi lagi untuk lanjutkan scenes berikutnya.

Karena itu jangan berkecil hati jika lelaki gagal ereksi

No comments yet»

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: