Sekarang:

… dan kemarin, dan esok…

Catherine* dan seni bisnis seorang pelacur

catherine the chinese hooker, jakarta

Aku mengaguminya. Menyukainya. Menikmatinya. Kagum karena dia berani tentukan pilihan dan tahu apa artinya bisnis. Suka karena dia cantik, langsing, punya pesona oriental, bagus dalam bertutur kata, tegas dalam bersikap dan bertindak. Menikmatinya karena dia memang memberikan kenikmatan dari wanita untuk pria.

Dua tahun lalu ketika mulai berbisnis langsung dengan bendera sendiri dia tentukan tarif Rp 800.000 per 2 jam. Cewek sejenis paling banter baru berani Rp 600.000.

Juli kemarin tarifnya sudah Rp 1 juta untuk 2 jam. Tidak ada harga turun malah jadi naik di tengah persaingan pasar yang selalu kebanjiran pemain baru setiap kali habis ujian SMA dan setelah lebaran.

Kenapa harganya mahal untuk kelas dia padahal ada yang mau Rp 400.000 dengan layanan yang sama maka alasan standarnya di telefon adalah “Beda dong, saya khan chinese asli bukan ngaku chinese atau cuma chinese campuran”.

Memang tarif pelacur chinese dan bukan chinese itu berbeda. Yang chinese selalu lebih mahal kecuali jelek kotor dan sudah tua. Di banyak tempat hiburan termasuk spa juga begitu. Chinese pasti lebih mahal. Selisih termurah Rp 150.000 untuk kelas Rp 300.000 per dua jam di tempat (bukan hotel).

Dari percakapan telefon saja Catherine dari Tanjungbatu sudah meyakinkan pesonanya. Lafalnya yang kentara chinese, cara tuturnya yang terpelajar yaitu menyapa peminat dengan kata “anda” dan tak mau meladeni pancingan omongan jorok.

Memanglah yang diucapkan standar adanya seperti pelacur lain yang iklanlan diri. “Saya bisa all in untuk ML kecuali anal dan keluar di mulut.”

Begitulah kata-katanya, tapi cara mengucapkannya lembut sekaligus tegas, apalagi ditambahi “Saya hanya mau kalau pakai cap (kondom)”

Dia tak mau dipesan ke hotel murahan yang terkenal sebagai tempat check in jam-jaman. Dia tak mau datang ke motel. Lebih baik hotel bisnis kelas kamar Rp 300.000an karena lebih terhormat.

Selain itu dia hanya mau meladeni sampai jam 9 malam untuk memberi kesan dia memang mahasiswi (entah di mana kampusnya), padahal itu berarti permintaan di atas jam itu akan membuka negosiasi lebih mahal karena akan diperhitungkan sebagai bukan short time.

Catherine tahu cara meyakinkan pelanggan yaitu diharap nelefon 2 jam sebelumnya, tidak bisa mendadak harus datang dengan alasan harus mempersiapkan diri.

Dengan mengaku tinggal di Menteng maka lelaki bodoh terutama dari daerah akan percaya, padahal dia kos di Gunung Sahari.

Catherine tidak tampil berlebihan tapi tetap cantik. Dia tahu berhemat. Uang sebagian dikirim ke keluarganya untuk biaya pendidikan adik-adiknya.

Kalau seminggu dapat 4 panggilan khan lumayan, sebulan bisa Rp 16 juta. Bisa bayar kos yang pakai AC, bayar les Inggris, les Jepang, ke salon.

Meskipun kelas Manggadua tapi selera busananya tidak terlalu norak ramai. Tapi untuk lingerie dia beli di toko yang bagus di mall karena pelanggan lebih melihat underwear setelah dia tiba di kamar hotel.

Kalau tabungan cukup dia akan sewa kios dan jalankan toko di Manggadua.

No HP Catherine: +62 813 999 10xxx
(clue: x pertama diganti angka di atas 5 tapi di bawahnya 9, lalu xx kedua-ketiga diganti posisi bercinta paling asyik lalu dimajukan atau dimundurkan 2 langkah hehehehe)

*) Nama Catherine hanya nama dagang. Nama aslinya apalagi nama panggilannya hanya diketahui kalangan terbatas

4 Komentar»

  Mihael “D.B.” Ellinsworth wrote @

Walah, walah…topik realita sekali…

Bokep tidak, tapi untuk 16 tahun keatas…

Terlepas dari itu, saya cukup menyukai artikelnya.

  Neo Forty-Nine wrote @

Mahal…

  CY wrote @

@049
berarti tau harga pasaran ya? huehehehe…

  rakinah wrote @

kalo telpon aku gratis kok…
081225602332
ditunggu yach
muach muach


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: