Sekarang:

… dan kemarin, dan esok…

Apa yang dicari dari penuangan puncak hasrat?

chen chen langgananku usianya sekarang 31

Liar. Jalang. Kukenal sejak dini manakala keperjakaan terenggut. Apa yang mengendap di dalam kemudian mendidih. Lava panas akhirnya memancar. Mencari jalan. Ingin temukan penampungan. Bukan di tempat sesuai alamnya. Tapi di saluran lain tempat orang berkata berbisik bernyanyi…

Ketika aku remaja sensasi itu justru lebih dinikmati perenggutku. Aku panik bingung malu. Itu pertama kali aku meledak dalam besutan betina. Tanpa penetrasi ke tempat yang semestinya. Hanya elusan dan hisapan dan jilatan dan kocokan lembut.

Kemudian meledaklah letupan dalam diriku. Untuk jamu kata perenggutku. Wajahnya basah oleh pancaranku.

Tidak semuanya berhasil dia tangkap dengan mulut manisnya yang nakal.

Sebagian cairanku melekat di tangannya. Ada yang menetes di payudaranya yang besar.

Di saat aku jajan perempuan pancaran di wajah betina dan kalau mereka bersedia berarti di mulutnya itu terlebih karena mauku. Akulah yang menikmati sensasi itu. Bukan mereka kecuali mereka ingin bercinta sebagai wanita normal tanpa kaitkan dengan bayaran.

Di saat “bekerja” atau bisnis pancaran di wajah dan mulut itu untuk senangkan pelanggan. Begitulah cara mereka bekerja di tengah kejamnya persaingan pekerja sex.

Di saat bercinta tanpa atribut penyedia jasa dan pelanggan, pancaran itu mereka biarkan sebagai cara untuk senangkan hati pasangannya.

Beberapa diantaranya memang sungguh-sungguh dapat dan ingin nikmati sensasi itu. cairan kental hangat bukti kejantanan yang menyemprot wajah dan mulut untuk dihirup ditelan…

Pada saat tidak jajan (artinya dengan wanita baik-baik) pancaran ke wajah dan mulut adalah kesepakatan bersama untuk memetik nikmat petualangan birahi.

Betina menjadi penakluk keperkasaan. Penguras tenaga dan lahar kejantanan yang mendidih. Ada kemenangan dan kebanggaan, sebagai wanita telah melakukan yang dahsyat sampai lelakinya terkulai lemas kehabisan daya dan kegagahan. Apalagi bil dicampur mitos tentang jamu awet muda langsung dari sumbernya yang konon dapat kencangkan wajah dan payudaraūüėČ

Bagi lelaki seperti aku? Selamat tinggal masa remaja ketika keperjakaan terenggut tanpa sempat menuai banyak jerawat tapi yang didapat adalah campur aduk antara puas, lega, kikuk, malu, salah tingkah dan kemudian lemas karena mani hangat memancar di depan orang lain yang berlainan jenis kelamin pula. Untuk facial. Untuk diminum.

Bagi lelaki jalang sepertiku pancaran ke wajah wanita adalah pemanjaan dorongan purba tentang kemenangan pria. Penaklukan dan pemilikan sesaat akan betina dibuktikan dengan penetrasi ke salah satu lubang (vagina, mulut, anus) dan semburannya ke bagian itu serta bagian lain yang menjadi penanda kecantikan misalnya wajah dan payudara…

Dalam rendaman vagina apalagi miliknya pelacur kubiarkan batangku terbalut kondom. Tetapi ketika tiba saatnya memancar kuharuskan batang itu telanjang seperti diriku.

Tidaklah soal bagiku apabila wanitanya tidak telanjang penuh karena justru bercinta dengan pakaian sekadarnya pada wanita kadang sangatlah merangsang. Sampai kemudian muncratlah sperma.

Sensasi itu. Aku suka. Pria lain pasti juga. Wanita tertentu yang berpikiran terbuka dan maju dalam erotika juga menyukainya.

Aku ingat ceritamu. Ketika masih virgin sering bayangkan secara takut tetapi penasaran bagaimana rasanya cumshot untuk facial dan drinking. Akhirnya kamu suka jugaūüėČ

4 Komentar»

  yola wrote @

gila’!!!!1

  Andry wrote @

Kenapa Aku bila melihat tante… atau wanita yang agak lebih tua aku langsung suka..

apakah aku oedipus complex…????

Aq hanya selalu beranggapan wanita stw itu lebih berpengalaman…

dan aku butuh itu…

  OHYEAHH wrote @

ku melakukan hubungan intim sejak umur 5 tahun… ak diperkosa oleh tanteku sendiri….
tante ku itu maniak sex,.. dia jg sering bercinta dengan monyet piaraanya,. yg sdh dilatih.
malam itu ak sdg tidur,. tiba2 tanteku menghisap penisku,. dan akupun pasrah…
sampai umur 22 tahun ak tetap berzinah dengan tanteKu… umur tanteKu skrg75 th…
tp tetap mengairahkan… kayak titi puspa.

  bb wrote @

gelooo


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: