Sekarang:

… dan kemarin, dan esok…

Mami mucikari itu ternyata kau!

pimp means pimpinan

Sesekali aku manfaatkan jasamu. Cukup lewat telepon. Kadang kirim dua atau tiga lalu aku ambil satu. Sesekali aku ambil semuanya.ūüėČ

Setelah ada MMS, pengiriman gambar “product samples” lebih praktis. “Specifications” langsung dapat dicocokkan, tapi “features” harus ada pembuktian.

Aku adalah a loyal customer. Tidak rewel. Selalu menghargai anakbuahmu sebagai “entertainer”, “escort” maupun manusia dan terlebih wanita.

Lalu kita bertemu untuk makan siang. Terlebih dahulu ada janji dalam canda dari kamu, “Karena saya menghormati anda maka selama lunch HP saya tidak melayani order.”

Di resto masakan Italia itu kita sama-sama kaget. Ternyata kita saling kenal. Malah sempat dekat. Kita teman satu SMP di kota asalku.

Kita reuni selayaknya sahabat. Dalam menit yang sama ingatan kita berjalan lalu saling tertawa dan tuding.

Camping di tempat dingin itu. Tentu aku ingat. Tanganku menyusup ke balik pullover tebal, menyapa dua bukit kembar dengan masing-masing antena, milik gadis berkulit putih yang empat tahun lebih tua dariku.

Aku masih kelas satu. Kamu kelas tiga, beberapa kali tinggal sekolah, akhirnya pindah ke SMP kita.

Kita berciuman. French kiss. Tanganku menghilang ke balik baju hangat. Tali pengikat celana cargo khaki itu terurai. Tanganku sampai ke sana. Menjumpai gua yang hangat, gerumbul semak tebal lembab teraliri oleh sungai kecil dari dalam. Aromanya melekat di telapakku, kubawa sampai tidur setelah aku kembali ke tenda. Pagi hari celanaku basah. Banjir.

Kamu tidak lulus. Pindah sekolah. Ketika aku SMA kudengar kamu jadi penghibur. Hijrah ke kota minyak yang banyak expats dan dollar.

Camping itu. Tentu aku ingat. Kamu juga mengingatnya. Sambil tertawa (alangkah cantiknya kalau kamu tertawa) kamu bilang, “Dari dulu kamu memang nakal!”

Setengah baya usiamu sekarang. Masih cantik, dengan kerut mata, tapi justru langsing padahal dulu kamu adalah gadis putih montok bersusu besar, mata sipitmu sering dikira sebagai chinese. Belakangan aku tahu ayah kandungmu (bukan ayahmu yang itu) memang chinese.

Aku memujimu masih cantik. Lengan tak sekencang dulu tapi masih putih bersih sehingga kamu berani pakai tanktop. Susu itu karena diganjal pad dan bra yang tepat masih tampak sebagai globe indah. Tanpa malu kamu mengaku, “Karena surgery.” Kita tertawa.

Tiba-tiba kamu angkat lengan, tunjukkan ketiak bersih tanpa bekas cukuran, lalu berbisik, “Ini dulu kamu sukai kan? Bulunya udah habis di klinik secara abadi.”

Oh bulu ketiak hitam lurus lemas tapi tumbuh rapat itu! Dulu aku menyukainya. Saat bolos dan rumahku kosong kita petting di kamarku. Tanpa penetrasi, hanya digesek tempel. Jembutmu yang lebat tentu juga kuingat.

Kamu membaca pikiranku. “Yang itu sih selalu well trimmed.” Lalu kita tertawa geli.

Lima kali kamu menikah. Tanpa anak. Lalu menjalankan bisnis escort dari sebuah condominium. Rahasia para pejabat dan pengusaha ada di tanganmu. “Dan di laci anak-anak!” katamu.

Laci? Aku terbahak. Laci anak buahmu selalu terbungkus thong. Mobile POS machine pertama di dunia katamu. Mobile office kataku.

Sejak pertemuan aku tak memesan darimu lagi. Beberapa anak buahmu bisa dikontak langsung. Kamu tahu soal itu tapi tak marah padaku maupun sama anak-anakmu.

Suatu malam kamu bercanda kirim SMS, “Sekali2 main sama mami dan gurunya dong. Not 4 biz but just 4 fun. I’ll do my best. I’ll give u what u need. I’ll do it like hot pros on DVDs. Do u mind, handsome?”

Sayang aku tak ada nafsu untukmu. Untuk sopannya aku bilang sudah mulai loyo dan insyaf.

Kamu balas, “Gw th kok kl udah gak merangsang lagi. Tp sbl menopause blh dong nyoba? :D”

temanku itu

No comments yet»

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: