Sekarang:

… dan kemarin, dan esok…

Stok tampon

Malam. Larut. Kamu telefon mau tidur di tempatku sepulang acara dinner dengan principal luar negeri. Akhirnya kamu datang.

“Sorry, aku mulai having periode nih Mas.”

“Tenang sayang. Masih ada kok tampon kamu yang dulu. Sisa banyak.”

Lalu kamu memeriksa laci.

“Nggak mau!”

“Loh napa?”

“Damned! Minimarket di basement udah tutup yach?”

“Kok?”

“Siapa tahu itu bukan punyaku. Aku nggak hafal. Bisa juga punyaku yang dulu tapi siapa tahu udah ada yang pake…”

“Ngapain juga aku pake?”

“Bukan kamu Mas tapi yahhhh yang nginep di sini bukan cuma aku kan?”

“Nggak ada yang pake itu tampon sayang.”

“Nggak. Aku mau beli yang baru.”

Malam itu aku ke luar. Malas ambil mobil. Pakai taxi saja. Memutar dua kali 10km. Taxi menunggu di depan apotik 24 jam. Tampon yang dulu aku juga yang beli. Tapi tanpa cemberut curiga.

Setelah barang dan pembelinya tiba kembali pada saat yang tepat maka kamu tidak hanya riang tapi setelah itu berkaca-kaca menahan tangis.

“I’m so sorry Mas. I apologize….”

Kupeluk kamu. Kukecup keningmu. Kubimbing kamu ke kamar mandi. Hanya sampai di pintu.  Seperti biasa kamu tahu, begitu kamu nelefon aku langsung sediakan pakaian untukmu di dalam. Kali ini pajamas saja. Red cross sedang bekerja.

No comments yet»

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: