Sekarang:

… dan kemarin, dan esok…

Sebetulnya apa yang aku takutkan dari perkawinan?

Aku tak tahu apakah takut atau enggan. Aku terus bertanya pada diriku sendiri. Alangkah sulitnya untuk jujur.

Finansial?
Rasaku cukup asal tak bermewah diri. Dalam masa awal hedonistikku aku malah sudah punya lebih dari satu asuransi hari tua. Terima kasihku untuk nyokap yang ajari aku siapkan hari tua sejak aku muda.

Anak?
Aku tak ingin punya tapi aku menyayangi anak-anak, dari keponakan sampai beberapa anak asuh yang diurus lembaga.

Hilangnya kebebasan?
Ah bukankah mayoritas para bejat pemburu lonte itu adalah lelaki beristri? Bukankah mayoritas bangsat pemburu wanita lajang untuk selingkuh adalah para bapak yang beranak? Perkawinan tidak menjadi belenggu untuk nakal mereka, lengkap dengan segala resikonya.

Selfish, introvert, solitair?
Mungkin itu. Kupilih apartemen sementara rumah kukontrakkan karena di dunia kecil dalam bangunan mirip rumah merpati ini aku bisa bersembunyi, tak semua orang bebas datangi aku. Tempat untuk sosialisasi adalah resto & cafe. Dan terlebih lagi untuk bersama keluarga adalah rumah nyokap di kawasan yang banyak pohon peneduh itu. Selebihnya hari-hariku adalah salah satu kotak rumah merpati yang dinamai serviced apartment.

Om genit jalang, apa yang kau cari?

Mungkin aku hanya menjalani naluri primitif sambil manfaatkan kelonggaran tata nilai yang untungkan lelaki. Setubuhi banyak wanita daripada hanya masturbasi sendiri.

Tiada yang salah dengan nafsuku karena aku yakin lelaki lain juga punya gejolak nafsu seperti diriku. Hanya saja mereka bisa mengontrol kontol lebih baik. Tapi aku tak tahu bagaimana mereka kendalikan hasrat jalangnya. Apakah direndam dalam otak lalu disalurkan kepada pacar/tunangan/istri sambil bayangkan wanita lain? Alangkah jahatnya.

Jenderal yang lolos dari maut medan perang banggakan medali dan semua tanda jasa di baju upacarannya. Prajurit suku ganas banggakan jumlah tengkorak yang telah dia kayau. Dorongan macam itukah yang ada dalam diriku, merasa telah mencicipi banyak wanita? Alangkah primitifnya. Baca entri selengkapnya »

Kamu masih bertualang?

Kakak perempuan tertua menatap lekat diriku dengan teduh.

“Itu urusanmu sih. Tapi aku boleh tahu kapan kamu hentikan petualanganmu dari ranjang ke ranjang? Ingatlah umur… Masak sih kamu nggak ada kenyangnya? Nafsu kok diumbar terus. Lagian umur segini libidomu udah nggak seganas dulu kan? Sekarang mumpung masih subur dan gagah… saatnya kamu married, punya keluarga, punya tanggung jawab…”

Aku cuma bilang akan kupikirkan. Kukatakan saat itu pasti akan tiba. Kukecup keningnya.

Dialah kakak yang paling memahamiku dan melindungiku sejak kecil. Anak-anaknya adalah permata tak ternilai bagiku. Suaminya aku hormati dengan sangat.

Pintu belakang wanita

Aku belum pernah, katanya. Wanita cantik baik hati itu menemaniku tonton video. Adegan panas diumbar. Mulanya menjijikkan bagiku. Tapi lama-lama aku heran campur takut sekaligus ingin. Penis masuk ke anus.

Beberapa kali mencoba. Akhirnya berhasil. Wanita baik hati katakan kehilangan keperawanan kedua kalinya. Dia juga katakan aku kehilangan keperjakaan untuk ketiga kalinya. Pertama di mulutnya. Kedua di memeknya. Ketiga di duburnya.

Setelah tercapai ada rasa sesal, malu, muak, jijik. Untuk sekian lama aku menjauhi anal. Tapi akhirnya ah… wanita baik hati bisa taklukkan aku, membuang ngeri dan jengahku.

Sekecil itu aku sudah mengenal sodomi. Aneh.

Sensasi ejakulasi di bulu ketiak wanita

Tidak sakit, kata wanita cantik baik hati itu. Tak akan dapat penyakit, katanya lagi. Batang muda teracung gagah tapi malu. Dimanja oleh elusan, kecupan, kuluman, hisapan. Digesekkan ke puting merah mengeras. Dieluskan ke kerimbunan bulu ketiak di lengan putih bersih. Lembut seperti karpet. Dalam jepitan lunak ketiak basah berpeluh aku muncrat.

Oh dunia dewasa, alangkah hebatnya. Sekecil itu aku sudah alami semuanya. Termasuk ejakulasi dalam rimbun bulu ketiak wanita cantik baik hati.

Karet pembungkus

lian manggabesar

Transparan aneka warna. Bercincin di pangkal. Aku membutuhkanmu. Kalian dan mereka juga. Aku butuh tapi sering kesal karena benda itu matikan rasa, enyahkan kepekaan.

Kalian dan mereka sangat butuh tapi seringkali tak kuasa menolak jika lelaki tak mau pakai dan mengancam akan pakai pesaing kalian yang tidak anti terhadap bungkus, tapi mungkin tak berpiir panjang tentang risiko.

Kalian. Mereka. Juga betina normal, yang saat mempersatukan hasrat bukan atas kepentingan kerja dan uang juga tak menyukai bungkus penyekat wilayah tersembunyi kejantanan dan kebetinaan. Karena suka, karena sayang, karena cinta. Baca entri selengkapnya »

Mimpi tentang anak

Dalam mimpiku kulihat seorang anak lelaki. Sangat mirip diriku. Telanjang. Terlentang. Disetubuhi lima tante dia terus menangis. Women on top bergantian. Kadang diisap dikulum digigit. Wajahnya diduki bergantian oleh memek-memek ganas itu. Akhirnya burungnya putus, lenyap, tanpa bekas luka.

Terbangun aku. Berkeringat dingin. Air putih menenangkanku. Tapi aku tak dapat segera tertidur lagi.