
Lihatlah tatapannya. Tak tega aku meneruskannya padahal letupan tinggal tunggu waktu. Tatapan itu. Oh, melemaskanku.
Terbayang ceritanya tentang ayah yang stroke, adik-adik yang masih harus sekolah, kue dagangan mama yang dari hari ke hari tak laku, hutang keluarga yang terus bertambah.
Malam itu aku tak mengutuk impotensi mendadakku.
Tanda bahwa kau masih manusia, meski mengaku bajingan tapi punya hati yang tak banyak dimiliki di jaman sekarang…